Posted by: fsindonesia | July 8, 2011

Masih Adakah Sahabat di Dunia Ini ?

Saya bertanya pada diri saya sendiri, saat menghadapi sebuah persahabatan yang datang dan pergi. Kata teman-teman saya “persahabatan itu abadi”, ada yang bilang “persabahatan itu datang dan pergi”, kata yang lain “Hari gini masih ada persahabatan”?
Ternyata di balik sebuah label bersabahatan tidak bisa memberikan sebuah gambaran yang jelas “Apa yang dimaksud dengan persabahatan?”. Tak lama kemudian, aku bertanya kembali pada diri ini, Apa yang dimaksud dengan Cinta ? Kasih sayang ? Aishiteru ? Ich liebe dich dan lain sebagainya.
Besoknya aku bertanya tentang agama, ideologi dan budaya dan juga ilmu pengetahuan, seperti saat aku masih kecil dimana aku bertanya saat ibuku menemaniku untuk tidur. “Mah, kenapa sih kok mobil dibilang begitu, kenapa gak boleh dibilang pensil?”, “Emangnya yang ciptain nama mobil siapa sih mamah?”
Semakin kita bertanya, semakin banyak jawaban yang kita dapat, semakin menggali semakin dalam, semakin bimbang, semakin yakin atau semakin tidak percaya adalah pilihannya. Lalu apa yang aku yakini dari sebuah persahabatan ?
Sahabat yang ku kenal selalu datang dan pergi. Persabahatan yang telah terjalin selama bertahun-tahun, kemudian pergi entah kemana. Kadang tanpa kabar yang jelas, kadang dengan berpamitan dan akhirnya aku kembali menjalali hidupku masing-masing. Begitupun dengan percintaan yang datang dan pergi, sampai kita menemukan pasangan hidup kita, yang tentunya tidak menjamin bahwa pasangan hidup kita tidak akan pernah pergi.
Satu hal yang bisa ku simpulkan dari semua hal umum yang mungkin orang lain diluar sana juga mengalaminya. Persabahatan, percintaan atau pertemanan bahkan hubungan kekeluargaan bisa datang dan pergi.
Namun, saat ku tarik benang merah yang kusut tertiup angin kesana kemari dan ku rangkai menjadi sebuah kain yg halus, dari situlah ku dapat melihat kain yang lebih luas bahwasanya semua yang ada didunia ini tidaklah pergi meninggalkan kita, tetapi setiap orang punya tanggung jawab atas kehidupannya masing-masing dimana sebuah pertemuan dan perpisahan adalah sebuah hal yang memang harus terjadi untuk memenuhi tanggung jawab tiap individu yang berbeda-beda ditujukan kepada entah siapa dan buat apa.
Kita tidak pernah tau latar belakang seseorang yang terdalam, tujuan seseorang yang terdalam. Intinya, dunia ini beragam, tidak hitam dan putih saja, tidak mejikuhibiniu saja. Tetapi masih banyak spectrum lain sehingga kita sulit memberikan pelabelan dan bertanya apa tujuan dari keberagaman warna tersebut.
Semakin bingung dengan semua ini, akhirnya aku bisa makin bingung dan makin yakin untuk menyimpulkan sebuah hal yang abstrak di otakku ini, yang sampai detik ini belum bisa tergambarkan dengan baik, adalah menjadi orang yang cuek bebek dengan tetap berbagi cerita dan kasih sayang yang ku sebut dengan HAK ASASI MANUSIA.
Semua orang berhak atas apa yang mereka lakukan, mau menjadi apa dan bagaimana selama tidak menyakiti atau merugikan orang lain. Berdosa atau tidak berdosa adalah urusan orang tersebut dengan kepercayaaanya, benar atau salah adalah keyakinannya. Bagiku tidak ada yang benar 100% dan salah 100%, karena setiap orang bisa salah dan benar. Orang yang salah dan benarpun punya alas an mengapa hal itu yang mereka pilih.
Sabahatku mungkin memang jauh diluar sana, penuh tanda Tanya mengapa ada pertemuan dan perpisahan, ada penerimaan dan penolakan. Sabahatku mungkin bukan individu, bukan juga agama, ideologi atau budaya yang sampai detik ini tidak ku pahami. Tetapi sabahatku ada didalam hati, dimana apa yang kuyakini adalah sabahat yang paling berharga, dengan tetap berpandangan terbuka, tanpa melihat semuanya hanya dari satu sudut pandang saja. Aku punya kamu, kamu dan kamu yang bisa menjadi sabahatku tempat aku berbagi cerita.
Kamu, kamu dan kamu. Kamu mungkin sabahatku yang berada jauh di papua sana, atau kamu sabahatku yang dekat dijakarta dan bogor ini, atau kamu sabahatku dengan gender calabai atau calalai, atau sahabatku yang sedang dipenjara dan terpenjarakan saat ini.
Begitu banyak hal yang aku pertanyakan hanya untuk mencari sebuah sabahat sejati yang ternyata ada dalam hati nuraniku. Aku tak akan lagi bertanya,” Apakah kamu mau menjadi sahabatku”. Tapi aku akan menyatakan bahwa “Aku sabahatmu” karena jika hatiku bicara mungkin ia akan berkata “Aku sayang kalian semua, teman-temanku heteroseksual, penikmat seksualitas, perokok, pecandu, homoseksual, penyandang cacat, rohaniawan, pekerja seks, maling, rampok tetapi bukan pembunuh atau penyiksa. Pembunuh sebuah karakter bisa berbicara bahwa “Akulah yang paling benar” karena semua itu hanyalah dosa dan salah. Buatku “Semua itu adalah surga, karena dari perbedaan, kamu akan menyadari betapa berharganya sebuah persahabatan yang dimaknai dari hati, karena perbedaan tidak akan pernah ada kalau tidak kita ciptakan.

Penulis: Love


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: