Posted by: fsindonesia | January 26, 2012

Aku ingin menjadi manusia ???

Tubuhku adalah hakku dan tak seorangpun yang berhak untuk memasung apa lagi memenjarakannya dari setiap tindakan yang saya ambil. Tetapi kenyataannya terlalu banyak konstruksi-konstruksi yang membuat saya dimiliki bahkan dikontrol sehingga kebebasan itu hanya sebuah harapan dalam mimpi. Terlalu susahkah menjadi manusia??? Bagaimanakah menjadi manusia??? Aku ingin menjadi manusia??? Manusia yang memanusiakan manusia. Keinginan itu hanyalah keinginan dari aku sebuah bisikan kecil dari bagian komunitas LGBT.Komunitas yang selama ini menjadi dianggap salah atas pilihan orientasi seksualnya.

Kita seringkali mendengar kalimat percaya diri atau sering disingkat PD (pede). Percaya diri adalah bagaimana seseorang mengakui kemampuannya untuk melakukan sesuatu. Hal ini berkaitan dengan pola hidup LGBT khususnya yang muda- muda yang masih menganggap dirinya itu bersalah akan pilihan orientasinya padahal itu bukanlah sebuah dosa bukan aib bukan cacat yang harus disembunyikan. Dari perasaan kurang percaya diri ini bisa menyebabkan hidup menyendiri atau hanya terbatas pada komunitasnya saja. Selain itu juga akses pendidikan yang terbatas, kemiskinan, ketidakterampilan, dan diskriminasi baik dikalangan masyarakat umum maupun oleh keluarganya sendiri khususnya pada teman-teman transgender (waria). Dalam kerangka advokasi atas identitas seksual, tentu saja hampir mustahil untuk mencapai tujuannya jika komunitas sendiri masih belum bisa menerima identitas gender yang mereka miliki. Hal tersebut tentu saja akan berpengaruh pada perjuangan hak atas kesetaraan dalam hal identitas seksual. Banyak dari komunitas LGBT masih mengingkari bahkan menolak bahwa identitas gender dan seksual adalah sebuah pilihan, bukan sebuah kutukan

Seksualitas sebagai bidang ilmu sosial merupakan hal yang penting untuk dibicarakan khususnya di tengah-tengan persoalan yang dihadapi oleh LGBT . Dalam hal ini, LGBT muda yang baru saja ingin memulai memunculkan identitas mereka yang cenderung kurang percaya diri dalam memandang dan menilai dirinya sendiri. Pemahaman seksualitas dan gender yang didasari oleh pengetahuan Hak Azasi Manusia (HAM) kiranya mampu menjembatani seorang LGBT menerima diri dan identitasnya sebagai sebuah hal yang bersifat positif hingga tercipta kepribadian yang stabil dan apa adanya. Namun kondisi sebaliknya bisa terjadi yakni ketika LGBT khususnya mereka yang muda memiliki pandangan dan pengetahuan yang buruk tentang dirinya sendiri, tidak dapat memerima kritikan hingga pada prilaku seksual yang buruk dapat terjadi akibat keterbatasan informasi dan akses terhadap hak-hak mereka sebagai warga negara.

Dan menjadi penting untuk saya memberikan informasi dan pemahaman terkait pilihan gender ataupun orientasi seksual terhadap LGBT muda agar nantinya suatu hari nanti mereka bisa berjalan dengan kepala terangkat tinggi dan bangga pada diri sendiri dan berkata I’m LGBT !!! So what gitu loch????


Suleman Abu
Komunitas Sehati Makassar


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: