Posted by: fsindonesia | January 26, 2012

KONSEP HAM DAN LGBTI

Indonesia merupakan salah satu anggota dari Negara-negara peserta (state parties) karena sudah menandatangani dan meratifikasi sebagian perjanjian internasional hak-hak manusia yang utama sebagai bagian dari hukum dan kebijakan nasionalnya (UU no 11 tahun 2005 mengenai kovenan hak sipil dan politik dan UU No 12 tahun 2005 mengenai Kovenan hak ekonomi, sosial dan budaya). Dengan demikian, Indonesia terikat secara hukum dan kebijakan dalam menunaikan kewajiban untuk menghormati, melindungi, dan memenuhi hak – hak manusia.

Selain itu, di pasal 28 UUD 1945 dan UU No. 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia disebutkan secara rinci mengenai penghormatan terhadap hak-hak manusia. Tetapi yang menjadi pertanyaan, mengapa tetap saja terjadi pelanggaran atau pengingkaran hak-hak manusia sampai saat ini ?. Termasuk di dalamnya pelanggaran hak orang-orang dengan orientasi seksual berbeda, seperti lesbian, gay, biseksual, transgender, interseksual (LGBTI). Pelanggaran hak-hak kelompok LGBTI ini seringkali dibiarkan saja terjadi, seperti stigmatisasi, diskriminasi dan kekerasan. Ketiga tindakan itu kemudian menimbulkan pelanggaran hak-hak kelompok LGBTI yang lebih kompleks, baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat. Dan pada akhirnya semua pelanggaran hak-hak kelompok LGBTI itu akan mempengaruhi seluruh sendi kehidupan individu-individu LGBTI itu sendiri. Padahal di dalam konteks Negara RI, sebagian besar individu LGBTI yang hidup di Indonesia merupakan warga Negara Indonesia yang sah. Dan Sesuai dengan hukum hak-hak manusia Internasional, Pemerintah RI harus taat kepada Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia dan semua kovenan internasional tentang hak-hak manusia yang telah diratifikasi oleh pemerintah RI. Beberapa kewajiban pokok dari pemerintah adalah mengakui, mempromosikan, memenuhi, dan melindungi hak-hak warga negaranya serta menghukum setiap pelaku pelanggaran hak sesuai dengan hukum hak-hak manusia internasional. Dan dikarenakan orang-orang LGBTI juga banyak yang menjadi WNI, maka pemerintah RI tidak dapat membiarkan pelanggaran hak orang-orang LGBTI terjadi di Indonesia atas dasar apapun.

Contoh peraturan – peraturan yang mendiskriminasikan kelompok LGBTI adalah UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Peraturan ini hanya menyatakan bahwa perkawinan yang sah adalah perkawinan yang dilakukan oleh dua orang heteroseksual.

Masyarakat sendiri melakukan stigmatisasi terhadap mereka dengan menggunakan justifikasi doktrin dan teks-teks suci keagamaan. Oleh tafsir agama konservatif, kelompok LGBTI dianggap sampah masyarakat, menyebarkan penyakit menular, tidak normal, tidak alamiah, dll. Parahnya lagi, pemerintah turut melegitimasi hal itu dengan mengeluarkan beberapa kebijakan yang diskriminatif terhadap kelompok marginal tersebut.

Tetapi dengan lahirnya ‘Yogyakarta Principles’, harus dilihat sebagai sebuah kemajuan yang signifikan bagi upaya pemenuhan dan perlindungan hak-hak LGBTI di dunia. Dan ini sangat berguna bagi Negara-Negara yang telah meratifikasi Kovenan Internasional Tentang Hak-Hak Sipil dan Politik serta Kovenan Internasional Tentang Hak-Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya. Hal ini disebabkan karena semua prinsip yang dirumuskan dalam Yogyakarta Principles terkait dengan hak-hak sipil dan politik serta hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya dan juga berlaku ke pada kelompok masyarakat yang mempunyai orientasi seksual dan identitas gender berbeda. Selain itu diatur pula kewajiban-kewajiban negara demi memenuhi hak-hak kelompok masyarakat yang mempunyai orientasi seksual dan identitas gender yang berbeda tersebut.

Sehingga walaupun kelompok LGBTI belum diakui sebagai sebuah kelompok sosial di tingkat Internasional, namun Yogyakarta Principles dapat dijadikan sebagai dasar pemikiran bagi Negara-negara di dunia maupun PBB untuk segera melakukan tindakan untuk mengakui keberadaan kelompok LGBTI. Diantaranya adalah merumuskan suatu produk hukum khusus yang mengatur tentang pengakuan, pemenuhan, dan perlindungan hak-hak LGBTI.

 

Oleh : Dr Lenny Senduk


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: