Posted by: fsindonesia | February 1, 2012

PERAN PENTING ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN SEKS ANAK

Orang tua manapun tentu selalu menginginkan anaknya menjadi anak yang baik. Anak adalah generasi yang diciptakan untuk kehidupan masa depan. Sepantasnyalah orangtua memberikan bekal berupa pendidikan yang menyeluruh, termasuk pendidikan seks. Orangtua dituntut memiliki kepekaan, keterampilan, dan pemahaman agar mampu memberi informasi dalam porsi tertentu, yang justru tidak membuat anak semakin bingung atau penasaran.

Jika para orangtua menunda memberikan pendidikan seks pada saat anak mulai memasuki usia remaja, maka itu sudah terlambat. Karena di zaman di mana informasi mudah didapat dari Internet dan teman sebaya, maka saat anak usia remaja mereka telah mengetahui lebih banyak tentang seks dan kemungkinan besar dari sudut pandang yang salah.

Jika pendidikan seks ditunda-tunda terus, pastilah anak tahu dari internet atau dari teman atau dari sumber lain. Zaman sekarang agak beda karena informasi tersebar cepat dan sangat murah pada siapa saja.

Maka, pilihan zaman sekarang saya rasa bukan KAPAN kita mengajarkan seks pada anak tapi SIAPA yang mengajarkan seks lebih dulu pada anak?.

Orang tua bisa mengajarkan dengan perilaku nyata di depan anak. Misal berciuman, berpelukan, mengelus-elus, mandi bersama, dsb. Intinya, seks itu baik dan normal sejauh orang 1) mampu secara ekonomi 2) sehat dari penyakit menular.

Tentu saja tantangannya adalah agar anak juga memahami kedua poin tersebut secara bersamaan.

Poin pertama bisa diajarkan dengan mendidik anak membeli mainan/jajanan hanya dari uang belanja bulanan. Tidak boleh minta lagi. Anak juga akan mendapatkan bonus bila hasil ulangan baik, bukan dari rengekan.

Poin kedua, agak sulit, anak dibiasakan hidup bersih, makan yang bersih, merapikan kamar sendiri, ikut mengepel lantai, dst. Sambil membersihkan orang tua bisa mengajarkan apa itu kuman, bakteri, virus, penyakit, dst. Bila perlu dicarikan gambar orang-orang sakit HIV,malaria,kusta, sipilis, dsb, sambil dijelaskan mengapa mereka menderita sakit seperti itu.

Penting untuk mengajarkan anak kenyataan hidup (yang kejam maupun yang nikmat) tanpa dongeng2 yang justru menyesatkan.

Ada beberapa langkah untuk orang tua cari tau mendidik anak di rumah seputar masalah seks berikut ini:

Langkah Pertama Memulai dengan percakapan. Anak-anak mungkin tidak akan berpaling dari orangtua ketika diajak bicara soal seks. Persiapkan jawaban dari pertanyaan yang mungkin mereka ajukan dalam bahasa sederhana.

Langkah Kedua Diskusikanlah tentang nilai. Dalam suatu aktivitas seks atau seputar masalah seks, ada nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Orangtua perlu memasukkan nilai-nilai tersebut dalam percakapan. Salah satunya, nilai-nilai agama. Orang tua harus menyatakan nilai-nilai yang ada secara jelas. Sebagai contohnya, jika Anda percaya, tidak boleh ada seks di luar nikah, hal ini harus ditekankan. Rasa hormat dan martabat antara pria dan wanita juga dapat didiskusikan dalam konteks nilai-nilai.

Langkah Ketiga Berbicara tentang hubungan. Bicara tentang konsep seks antara dua orang berarti ada hubungan antara dua orang. Beritahu pada buah hati Anda, ada makna kepercayaan antara pasangan yang dapat dibicarakan. Gunakan contoh-contoh dari kehidupan Anda untuk menggambarkan arti kepercayaan.

Langkah Keempat Bicarakan masalah emosi. Menekankan perbedaan antara emosi dan keinginan. Katakan padanya, saat melakukan seks harus ada rasa cinta antar pasangan. Dengan adanya rasa cinta, seseorang bisa tertarik untuk berhubungan seks.

Langkah Lima Sorot konsekuensi dari seks. Diskusikan konsekuensi positif dan konsekuensi negatif jika pasangan berhubungan seks. Meskipun mungkin ada kepuasan jangka pendek, ada konsekuensi jangka panjang. Perasaan bisa terluka, dan perasaan orang mungkin merasa hancur jika pasangan kehilangan minat seksual dalam hubungan. Seks membawa tingkat baru keintiman, dan keintiman ini bukanlah sesuatu yang dapat dihentikan. Kehamilan adalah konsekuensi lain yang harus dibicarakan.http://setengahbaya.info/tag/pendidikan-seks-anak

Dalam artikel kesehatan pentingnya pendidikan seks untuk anak memberikan 12 tips kepada orang tua untuk membimbing anaknya, yaitu sebagai berikut: Mulailah sejak dini, Berikan pendidikan seks sesuai dengan usia anak, Orang tua sebaiknya menciptakan hubungan yang baik dengan anak, Jadilah contoh atau suri tauladan, Bertemu dengan orang lain yang memiliki nilai-nilai yang sama, Libatkan Diri dengan sekolah dimana Anak Belajar, Tahu batas pendidikan seks, Mengetahui sudut pandang Islam tentang seks, Katakan pada anak Anda bahwa Anda siap berbicara tentang seks dengan mereka, Tunjukkan kegugupan Anda, Menarik anak dari pendidikan seks tetapi katakan alasannya, Mintalah Bantuan Lainnya. http://ceria.bkkbn.go.id/referensi/substansi/download/1-berbicara.pdf

 

Oleh: Pipih Indah


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: