Posted by: fsindonesia | February 6, 2012

Kesan Yayah Khaeriyah

Walaupun sebelm pelatihan saya sudah diberi tahu tentang materi-materi yang akan disampaikan di pelatihan ini. Siapa, dari idntitas gender seperti apa, peserta-peserta pelatihan inin tetap saja saya terkaget-kaget saat sesi perkenalan. Saya merasa minder saat teman-teman memperkenalkan diri dari organisasi apa-apa dan kegiatannya apa saja. Saua hanya memperkenalkan diri sebagai “BIDAN” dan sepertinya itu tidak perlu saya jelaskan kegiatan saya membantu persalinan manusia, he he he.

Di hari pertama kami mendapatkan materi tentang anatomi fisiologi organ-organ reproduksi dan seksual serta seks, hormon, dan kromosom. Di sesi ini saya tidak mengalami kesulitan karena materi-materi tentang anatomo fisiologi organ reproduksi sudah di luar kepala (harusnya ?), tetapi tetap saja ilmu pengetahuan berkembang, dan setiap hari pasti ada hal-hal yang baru ditemukan, termasuk dalam hal penentuan jenis kelamin. Selama ini kita hanya mengenal kromosom X dan Y yang bertanggung jawab dalam penentuan jenis kelamin. Ternyata di samping kromosom, masih ada hormon-hormon yang bertanggung jawab dalam hal perkembangan organ-organ seks sehingga kita bisa menentukan apakah seseorang itu jantan atau betina. Dan di samping keduanya, kita juga melihat anatomi yang ditemukan dalam diri seseorang apakah masuk organ seks jantan atau betina.

Di hari kedua materi masih bisa saya ikuti, materi kesehatan seksual dan reproduksi, gender dan kespro bukanlah materi baru buat saya, karena sebelumnya saya sudah mendapatkan pelatihan-pelatihan Mr.

Di hari ketiga, kening saya dibuat berkerut-kerut oleh fasilitator. Sungguh materi baru dan sangat-sangat berat buat saya. Berat karena saya tidak berlatar pendidikan sosial, sehingga istilah-istilah dalam materi ini pun membuat kepala saya berdenyut-denyut, he he he.

Oiya, sebelum cerita hari keempat, dari sesi Pak Dede menyampaikan materi di hari kedua, saya dibuat ber owh-owh ria karena saya baru tahu transgender, transeksual, transvetit, dan istilah-isilahlainnya.

Di hari keempat, materi lumayan tidak terasa berat di kepala saya dan satu hal yang saya dapatkan ternyata saat kita menontoh sebuah film tidak selesai begitu film selesai diputar. Tapi kita bisa menganalisis wacana-wacana apa yang disampaikan di film tersebut, siapa yang memproduksinya, efek dari wacana-wacana tersebut, wacana apa yang dominan, terpendam, dan tersingkir.

Di materi tentang gender, seksualitas dan HAM, materi yang cukuplah saya tahu ada konvensi internasional yang mengatur tentang HAM (maksudnya tidak perlu saya sampai hafal, he he he). Dan yang paling menyenangkan adalah saat harus kunjungan lapangan, saya berkesempatan mengunjungi Irian Barat, dimana komunitas waria biasa berkumpul. Dan saya pun mendapatkan kesempatan ngobrol dengan sesepuh Irba (Irian Barat). Sayang karena cuaca gerimis, waria yang ada hanya tiga orang, tapi cukuplah mengobati kepenasaran saya tentang mereka, dan saya pun cukup terkaget-kaget ternyata ada serombongan anak-anak SMA yang datang dan sekadar mencandai para waria (karena mereka tidak punya uang untuk bertransaksi dengan waria). Setelah itu, saya pun jalan-jalan sebentar ke Pattaya dan hanya lewat sekilas ke Dolly.

Subhanallah, cantiknya cantiknya cantiknya.

 

Oleh : Yayah Khaeriyah


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: