Posted by: fsindonesia | February 6, 2012

Pengaruh media massa dalam memperjuangkan keadilan dan kesetaraan gender dan seksualitas LGBT di Indonesia

Seks mengacu pada jenis kelamin, yaitu ciri-ciri atau tanda biologis yang membedakan seseorang sebagai laki-laki, perempuan, dan interseks.

Misal: pada perempuan adanya vagina, payudara dan Rahim. Pada laki-laki adanya penis, buah zakar, sperma dan interseks dengan alat kelamin sekunder.

Gender merupakan konsep-konsep perbedaan laki-laki dan perempuan yang dikonstruksikan secara sosial, dapat berubah-ubah dengan berlalunya waktu dan amat bervariasi didalam dan antara budaya.

Seksualitas bukan sekedar hubungan seks, tapi mencakup berbagai pengalaman beragam orang. Bagi sebagian orang bisa berarti kebebasan mengekspresikan dirinya dan membuat keputusan yang terbaik buat tubuhnya.

Kesetaraan dan keadilan gender dan seksualitas ditandai dengan tidak adanya diskriminasi atau pembedaan antara laki-laki dan perempuan dalam mendapatkan akses seksualitasnya, termasuk dalam mengekspresikan diri dan membuat keputusan yang terbaik untuk tubuhnya.

Kaum LGBT di Indonesia tidak dilindungi oleh Undang-ndang. Pasangan sesame jenis di Indonesia tidak diakui, meskipun di Indonesia LGBT merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari, nemun mereka berada pada area yang terbatas dan tidak dibicarakan secara terbuka.

Media massa sangat berperan dalam pembentukan pola piker masyarakat kita. Sebagaimana kita ketahui, sebagian media mengangkat kaum transgender sebagai hiburan belaka. Sehingga di masyarakatpun kaum transgender akan diperolok-olok, dikucilkan dan hanya dijadikan sebagai obyek. Kaum transgender dianggap mengalahi kodrat bagi sebagian masyarakat.

Seringkali media massa merugikan komunitas kaum LGBT sehingga dapat menimbulkan opini public yang negative terhadap kaum LGBT. Dari media massa yang demikianlah masyarakat menganggap bahwa kaum LGBT memiliki orientasi seksual yang menyimpang.

Harapannya media massa dapat memberikan informasi yang netral gender. Sementara yang ada selama ini adalah media yang endukung konsep patriarkhi. Semestinya media massa dapat digunakan sebagai alat yang bisa digunakan kaum LGBT untuk menyuarakan kepentingannya. Di era ini media massa memiliki akses yang bebas terhadap sumber-sumber berita dan bebas mengemukakan pendapatnya. Mungkin untuk saat ini media masih belum memiliki kekuatan yang cukup untuk tidak diskriminasi gender.

Oleh : Rahmawati


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: