Posted by: fsindonesia | February 10, 2012

Cerdas Seksual Meretas Jalan Kesetaraan

Malu malu kalau ngomongin seksulitas ya itulah yang masih banyak terjadi di kalangan remaja putrid jangankan remajanya, petugas kesehatan yang menjadi pemegang program PKPR di Puskesmas yang mestinya menjadi sumber informasi yang benar, juga masih ada yang malu malu menggunakan istilah – istilah yang terkait seksualitas. Sikap malu malu ini lahir dari ditabukannya membicarakan dan mendiskusikan seksualitas. Seksualitas cenderung dipisahkan dari kesehatan reproduksi sehingga tidak pernah dianggap sebagai hal yang serius, dianggap tidak perlu dirisaukan dan dibicarakan, sehingga tidak terungkap.

Kesehatan reproduksi pada perempuan sering dikaitkan dengan kesehatan ibu dan anak, saja padahal ada banyak komponen yang termasuk dalam kesehatan reproduksi, yaitu: konseling tentang seksualitas, kehamilan, alat kontrasepsi, aborsi, infertilitas, infeksi dan penyakit; pendidikan seksualitas dan gender, pencegahan, skrining dan pengobatan saluran reproduksi, PMS, termasuk HIV/AIDS.

Pemahaman ini turut melanggengkan heteronormativitas, yaitu keharusan menjadi heteroseksual yang didasrkan pada pengabaian dan penindasan orientasi seksual lain yang tidak berorientasi pada reproduksi keturunan (prokreasi), menunjukkan adanya relasi kuasa dibalik produksi dan penyebarluasan pengetahuan dan kebenaran yang diterima masyarakat atas seksualitas perempuan.

Ketidaktahuan terhadap seksualitas menyebabkan perempuan terkungkung dari mendapatkan hak hak seksualnya, tidak heran bila mendapati perempuan tidak mengenal organ reproduksinya, tidak mengetahui organ seksualnya, juga tidak pernah merasakan orgasme. Ketidaktahuan terhadap seksualitas juga menyebabkan perempuan menjadi sempit persepsinya terhadap keanekaragaman seksualitas sehingga menjadi tidak proporsional dalam menyikapi fenomena keanekaragaman seksualitas yang ada di masyarakat.

Perlu pendidikan dan penyebarluasan informasi yang benar mengenai seksualitas, agar perempuan menjadi cerdas seksual. Cerdas seksual yaitu seksualitas tidak dipandang sekedar urusan biologis hubungan antara lelaki dan perempua tetapi keseluruhan aspek emosi, aktualisasi, ekspresi, orientasi dan perspektif terhadap tubuhnya sendiri dan orang lain. Cerdas seksual meretas jalan menuju kontrol perempuan atas seksualitasnya sendiri bukan lagi perampasan seksualitas dan dipaksakannya identitas gender perempuan.

Kesehatan reproduksi dan seksualitas merupakan persoalan yang kompleks dan melibatkan banyak dimensi. Pendidikan dan prmosi kesehatan yang antara lain melalui pelatihan seperti pelatihan seksualitas, gender, kesehatan seksual dan reproduksi merupakan salah satu dari banyak upaya untuk mencerdaskan seksualitas perempuan memenuhi kebutuhan perempuan akan pendidikan seksualitas yang tidak pernah diberikan oleh negara.

 

Oleh : Annisa Nurrachmawati


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: