Posted by: fsindonesia | February 28, 2012

Membangun dunia kita yang lebih baik

Dalam pemahaman seksualitas

Hegemoni seksualitas yang cenderung didominasi oleh maskulinitas memberikan kontribusi besar akan carut marutnya pemahaman seksualitas di masyarakat kita. Perempuan tidak diberi pengetahuan untuk mengeksplorasi hak seksualnya, remaja yang terjerumus dalam hubungan seks yang tidak bertanggung jawab, penghujatan terhadap kaum Lesbian Gay Bisexual Transgender Transexual Intersex and Queer (LGBTIQ), dan seks dipandang sebagai komoditi seksi yang tak pernah lekang oleh jaman.

Disadari atau tidak peran agama tertentu yang juga sangat menabukan berbagai pembahasan ilmiah tentang seksualitas mengakibatkan seksualitas dimaknai sebagai sekedar hubungan seks yang benar adalah hubungan seks yang dilakukan oleh suami istri, hubungan yang tidak jauh dari tempat tidur, dunia esek-esek yang penuh dengan kebinalan nafsu pelakunya, dan mesin untuk menghasilkan anak. Seakan lupa bahwa seksualitas adalah kompleksitas mata rantai reproduksi, rekreasi, fisiologis yang sangat terkait erat dengan masalah-masalah identitas gender, identitas seksual, dan orientasi seksual sebagai bagian dari permasalahan Hak Asasi Manusia (HAM).

Identitas Gender merupakan definisi kelaki-lakian atau keperempuanan yang dikonstruksi-kan secara kultural. Identitas gender ini diterima oleh seseorang serta terwujud dalam tindakan, perilaku dan nilai nilai pribadi. Identitas gender diperoleh seseorang melalui proses sosialisasi gender yang dialami mulai dari lahir hingga pengakuan terhadap dirinya sebagai laki-laki atau perempuan, maskulin atau feminin, yang semuanya berada dalam konteks kultural dari orang yang bersangkutan.

Identitas seksual merupakan pengertian yang digunakan untuk menunjuk cara-cara seseorang dalam menentukan perasaan, label, serta menunjukkan kombinasi orientasi seksual, jenis kelamin dan gender yang dimilikinya sesuai dengan pengalaman historis dan kulturalnya, ini dapat diartikan bahwa identitas seksual merupakan penerimaan diri terhadap orientasi seksual, identitas gender, periilaku seksual dan jenis kelaminnya yang diungkapkan kepada orang lain.

Sedangkan ketertarikan secara fisik, emosional dan seksual terhadap jenis kelamin tertentu disebut sebagai orientasi seksual. Secara garis besarnya, orientasi seksual dibedakan menjadi 4 yaitu: homoseksual, biseksual, heteroseksual, dan aseksual.

Prinsip-prinsip Yogyakarta (Yogyakarta Principles) adalah sekumpulan prinsip-prinsip HAM yang dikaitkan dengan orientasi seksual dan identitas gender yang dimaksudkan agar Negara-negara anggota PBB termasuk Indonesia menginternalisasi prinsip-prinsip ini kedalam hukum Negara untuk melindungi warga Negara dengan orientasi seksual yang disebutkan diatas. Namun sampai sejauh ini Yogyakarta Principles belum dimasukkan sebagai konstitusi internasional.

Lalu apakah kita harus berhenti? Dan membiarkan keragaman identitas gender di Indonesia hanya akan menjadi sekedar wacana dan LGBTIQ akan terus mendapatkan intimidasi?

Jawabannya tentu tidak.

Pemahaman seksualitas bisa dimulai dengan melakukan edukasi mulai dari pendidikan dasar, menengah sampai tinggi. Perjuangan ini juga telah dilakukan oleh Pdt. Penrad Siagian yang berhasil memasukkan identitas seksualitas LGBTIQ kedalam kurikulum didalam fakultas Teology Univ. Kristen Duta Wacana Yogyakarta. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah perjuangan panjang untuk membentuk sinergi antara LGBTIQ dan masyarakat LGBTIQ friendly untuk membangun pemahaman seksualitas baru yang membebaskan dan mengakar pada kebenaran.

Pemahaman seksualitas yang lebih baik juga bisa secara progressive dilaksanakan jika  Yogyakarta Principles berhasil diaplikasikan oleh negara. Semoga ini semua tidak berakhir hanya sebagai mimpi.

Surabaya, 13 jan 2012.

 

Oleh : Prasetyastuti


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: